Kamis, 15 April 2010

cerpeeen

LOVE IS NEVER DEAD

Telah terukir sebuah kenangan yang indah dan tak kan terlupakan, ketika aku masih berada di Jakarta. Sebelum aku menginjakkan kakiku di kota ini. Karena ayahku pindah tugas di kota ini, sehingga aku sekeluarga terpaksa harus pindah rumah dan juga aku pun harus pindah sekolah. Sampai pada saat ini aku belum mempunyai cowok, dan sengaja tak ingin mempunyai cowok lagi. Bukannya tidak ada cowok yang menyukaiku atau aku yang sok jual mahal dengan mereka. Namun, hanya saja aku masih enggan mengisi hatiku dengan cinta yang lain. Karna aku sampai saat ini belum bisa melupakannya. Kisah ini berawal dari sini. Di sebuah taman kota Jakarta yang biasa untuk nongkrong para anak muda, sekaligus sebagai ajang adu bakat para anak band seperti aku. Tempat ini memang banyak di singgahi para penonton yang ingin menyaksikan pesta kembang api di akhir acara ini. Acara yang biasa di selenggarakan Pemda setempat untuk menghibur para anak-anak muda ini,di adakan setiap malam minggu di akhir bulan.”Aku males ni…!!!”,kataku pada wawan di suatu malam yang sedang nyodorin baju padaku untuk pentas malam itu. Tepat nya akhir bulan juni, 2 tahun yang lalu.”Dasar pemalas, kamu tuh sukanya males melulu, kapan band kita mau maju kalau vokalis nya aza, pemalas kayak kamu!”,jawabnya ketus. Aku berdiri sambil melotot kearah nya. ”Apa kamu bilang aku kok ‘gak denger ya..???kalau ‘gak salah, kamu nyuruh aku keluar dari band ini, mau kamu itu…?!?kamu ‘gak setuju punya vokalis kayak aku?!? Ok, aku secepat nya akan keluar dari band ini!!! Puas …?!?,seruku sambil berlalu darinya. “Sel….,tunggu…..,aku kan cuman bercanda, tapi kalo kata-kata ku tadi menyinggung perasaan mu aku minta maaf deh…tapi jangan ngambek gitu dong !!!ayo…lah nona manis jangan marah ya….!!”,rayunya sambil terus membuntuti aku dari belakang. Aku menghentikan langkah ku. “Enggak…!!!”,jawab ku cuek.”Ayolah sel, aku kan hanya bercanda, masak gitu aza marah…?”,rengeknya sambil terus mengejarku. ”No way…,sekali enggak tetep enggak!!!” ,jawabku tetap cuek.”Sel, tunggu dulu dong…,sumpah aku tadi cuman bercanda. masak gitu aza marah…!!! lagian aku kan dah minta maaf ma kamu…”.“Aduh brisik banget sich….?!?ya, udah aku maafin. Asal kan kamu cepet pergi dari sini. Aku ‘gak mau ngliat wajah kamu ada di sini lagi!Ok?”,kataku sambil mengulurkan jari telunjukku kearah pintu keluar.“Tapi sel…?!?”.” ‘gak ada tapi-tapian!!!ayo cepet pergi dari sini…!!!atau gue marah lagi ni…?”.”Ya sudah kalau memang itu mau mu, aku akan pergi dari sini kok. Tapi,ingat kamu harus tampil maximal malam hari ini. Ok,adek manis Met’ malem….!!”,katanya sambil berlalu dari hadapanku.Dia memang bisa mengalah kalau tahu aku udah mulai marah. Akhir nya dia sendiri yang minta maaf sama aku. Aku suka sama dia. Karna dia orangnya bijaksana,’gak suka neko-neko,apa adanya,dan yang pasti orangnya cakep. Dia juga setia,perhatian dan penyanyang. ‘gak heran banyak cewek yang suka sama dia. Beruntung orang yang jadi ceweknya. Karna ‘gak sembarang cewek bisa deket sama dia. (©2 ©) Tapi yang paling aku ‘gak suka dari nya, dia sok nasehat-nasehatin gitu. Selvi kamu harus gini, harus gitu sebel tahu ‘gak? apalagi kalau dah nyangkut soal pakaian, nrocos terus tuh orang. Katanya ‘gak boleh pake baju ketatlah, rok minilah, celana pendeklah dan segala macem. Tapi gitu-gitu aku juga nganggap dia kakakku sendiri lho….,dia udah dewasa. 4 tahun lebih tua dari aku. Dia kakak yang lucu tapi juga nyebelin. Kalau ‘gak ada dia aku pasti kesepian. Habis nya ‘gak ada yang mau di ajak bertengkar sich…..,makhlum aku kan anak tunggal. Malam itu langit begitu mendung dan ‘gak ada bintang 1 pun di langit. Mungkin hujan akan turun. Penonton pun tak seramai bulan lalu. Walaupun terlihat sepi pengunjung tetep aza jumlah nya ratusan orang. “Duuuaaarrr…….”,sebuah kembang api baru saja dinyalakan, untuk menandai akan segera di mulainya acara.“Selamat malam guys….,wah dah satu bulan ‘gak ketemu nich…..,kangen ya? gimana ni kabar semuanya…???Wah yang pasti tambah seger dong …iya kan?!?Ya, senang sekali saya sintya kembali hadir menemani kaliyan semua dalam acara .….(dan bla...bla...bla...sampai seterus nya).Itu suara sambutan pembawa acara pada malam itu,suaranya sudah tak asing lagi bagiku. Dia amat sexsi dan cantik. Tak heran banyak di gandrungi cowok-cowok di sekitar kota itu.“Ya, langsung saja untuk mengawali acara pada malam hari ini kita tampil kan band pembuka kita, Sevaaaaa….Band….”.“Plok…plok…plok…..”,riuh rendah penonton menggema di seluruh taman kota itu. Satu persatu para band menunjuk kan penampilan terbaik mereka secara bergiliran. Dan,tak terasa pula sembilan penampilan band telah berlalu.”Tak terasa wahtu begitu cepat berlalu. Sembilan penampilan band telah sama-sama kita saksikan. Dan sebentar lagi kita akan sampai di ujung acara malam hari ini. Tapi,marilah kita sambut dulu penampilan dari band yang sekaligus menjadi band penutup kita malam hari ini, Exceeeeel band…….!!!”,penonton pun kembali bertepuk tangan. Tapi keadaan itu malah semakin membuat hatiku kecut.Karna saat itu mas agung yang megang Bazz belum juga datang. Ketika aku mencoba menghubungi rumahnya, tapi kata orang rumah dia sudah berangkat sejak tadi. Tetapi mengapa belum sampai disini. Aku pun kemudian mencoba menghubungi ponsel nya. Tapi, sial ponselnya tak aktif pula.” Apa yang terjadi dengan mas agung dan kemana dia? tak biasanya dia terlambat dan melupakan acara sepenting ini”. Tiba-tiba, dari arah timur andre datang dengan tergopoh-gopoh.“Aduh gawat…gawat…ini gawat…aduh gimana ini….?!?”,seru nya dengan nafas terengah-engah. ”ada apa ini…?”,tanyaku tiba-tiba. “Sel,gawat sel..…..gawat. Kita harus gimana ini…? Aduh….gimana ini sel…?!?”, katanya panik. ”Gawat apanya? Kamu ini kenapa tiba-tiba jadi aneh kayak gitu? Sebenar nya ada apa? Ayo duduk dulu, lalu critakan apa yang terjadi sebenar nya?!?”,tanyaku penasaran.”Anu…..anu…..E….e…anu…si… Wa….wa…..wawan….e….”,jawabnya masih gugup dan semakin membuat aku bingung.”Wawan? Ada apa dengan dia? Apa yang terjadi dengan nya? Ayo cepat katakan…?!!”,tanyaku semakin panik. “Anu…e…wa…wa…wawan menghilang dari sini..!!!”,jawabnya kemudian. (©3 ©) “Apa….?!? Kamu jangan bercanda ya! Coba cari sekali lagi mungkin dia ada di kamar kecil atau barang kali dia baru keluar sebentar mungkin…?!!”,kata ku memastikan.“Ini ‘gak bercanda,sel…!!! Wawan benar-benar menghilang sejak tadi, semua tempat udah ku cari. Tapi, dia tetep ‘gak ada juga. Mobilnya pun udah ‘gak ada di tempat parkir !”,jawab andre mencoba untuk menyakinkan.“Ya,tuhan….!!!bagaimana ini?”,kataku dalam hati. Muncul pikiran-pikirannegatifku akan diri wawan, aku takut terjadi apa-apa dengannya. “Tapi, mengapa dia tiba-tiba menghilang tanpa pamit dan meninggal kan acara sepenting ini. Atau jangan-jangan dia marah padaku?”.Tiba-tiba muncul perasaan bersalahku padanya, karna telah mengusir dia dari ruang make-up tadi. “ Tapi, tak biasa nya dia bisa marah hanya karna masalah sepele kayak gini. Apalagi sampe pergi ninggalin tanggung jawabnya.”,pikirku pada waktu itu.“Ya tuhan lindungilah dia, dimanapun dia berada, aku mohon ya tuhan…!!!”,bisik ku dalam hati. “Excel……excel…….excel…….!!!”. Sementara itu jantungku semakin berdetak keras, ketika penonton dengan semangatnya memanggil nama band kami. Manager kami tiba-tiba datang sambil marah-marah. “Kenapa kalian masih disini? Kaliyan tidak dengar penonton sudah menunggu kalian dari tadi?!?”,bentak manager kami waktu itu. Tapi kami semua hanya diam dan menunduk kan kepala. Aku mengerti, mereka semua takut pada manager. Karena beliau memang sangat tegas dan selalu konsekwen dengan waktu. Terlambat sedikit saja pasti kami di marahi habis-habisan. “E…Anu…Pak…E…,mas agung sampai saat ini belum datang, sedang kan wawan tiba-tiba menghilang!”,jawabku memcoba memberanikan diri.“Mengapa bisa begini? Apa kalian sudah mencoba menghubungi lewat ponsel atau telpon rumah mereka?”,tanya nya lagi. “E...,i..iya sudah pak, saya sudah berusaha menghubunginya. Tapi ponsel mereka ‘tidak aktif. Dan orang rumah mereka tidak ada yang tahu mereka pergi kemana !!! “,jawab ku gugup. Manager pun kemudian keluar untuk beberapa saat dan setelah itu beliau kembali lagi dengan membawa dua orang laki-laki. “Kalian cepat bersiap-siap, saya sudah menyewakan pemain dari luar yang akan menggantikan mereka untuk sementara.”, kata manager.“Tapi,pak….”,belum sempat aku melanjutkan kata-kata ku, tiba-tiba manager memotong nya. ”Tidak ada tapi-tapian!!! Ayo sana tunggu apalagi? Menunggu mereka datang? Sampai kapan? Sampai penonton menunggu kaliyan 5 jam lagi? Emang nya kalian ini siapa? Sampai mereka harus menungu kalian berjam-jam hanya karna dua orang yang tak bertanggung jawab itu? Ayo cepat sana….!!!”,seru manager lagi.Kata-kata beliau memang ada benar nya juga. Hingga aku pun kemudian bergegas untuk bersiap-siap untuk tampil. Meskipun aku tak yakin dapat tampil dengan baik tanpa kehadiran wawan.”Wan,sebenar nya kamu dimana? Semua orang mencari kamu? Wawan, kembali lah aku mohon….!!!”,jeritku dalam hati menahan kesedihan. Seakan-akan airmataku ingin berhamburan keluar dari kelopak mataku. Tak henti-hentinya aku berdo’a memohon keselamatan mereka. Aku takut terjadi apa-apa dengan wawan dan mas agung yang masih saudara sepupuku itu. “Excel..…,excel…..,excel…...!!!”,teriakan penonton saat itu semakin membahana memenuhi se isi ruangan taman kota. (©4 ©) Dengan terpaksa akhirnya kami keluar dan tampil untuk beberapa saat. Sebelum itu, kami juga menyempatkan diri untuk meminta maaf pada para penonton. Tapi, malam itu terasa sangat hampa karna tidak ada wawan. Biasa nya sebelum aku tampil dia selalu memberi semangat supaya aku bisa tampil dengan maximal. Tapi, apa boleh buat. Apapun yang terjadi, mau tidak mau kami harus tampil. Sekalipun tanpa mereka.Aku pun mulai bernyanyi. Malam itu aku membawa kan lagu “Saat Kau Pergi” Ciptaan band kami sendiri. Aku berhasil membawakan nya dengan baik.Namun, saat sampai pada reff. Tiba-tiba saja suaraku tenggelam bersama suara tangisku. Penonton pun mulai tegang, kacau dan mengharu biru. Ada yang bersorak, berteriak dan ada pula yang mencemooh. Tapi, tak sedikit dari mereka yang bertepuk tangan. Sungguh,malam itu kurasakan benar-benar kelam. Aku terus saja teringat wawan ketika aku membawakan lagu itu dan tak dapat aku pungkiri lagi kalau aku memang tak bisa tanpa wawan, tak dapat bersemangat lagi dan tak dapat tampil maximal tanpa dia. Entah mengapa mungkin karna……….,Aku sangat menyanyangi nya.Karna dia adalah semangatku, penenang hatiku, kakakku dan segalanya bagiku. Hingga lagu itu berhenti, aku tidak dapat mengeluarkan suaraku yang terhenti di tenggorakan karna terhalang oleh suara tangisku. “ Bodoh nya aku menangis di hadapan ratusan orang hanya karna manusia yang sok ngatur-ngatur itu, memang dia siapa ? Sampai-sampai aku merasa kehilangan dia? Tapi,……apa ini yang di sebut dengan cinta….?!?”,pikirku dalam hati saat itu. “’gak mungkin, aku tak boleh menyukai kakakku sendiri. Tapi,…..?!?”. Sorakan penonton kembali terdengar. Karna tak tahan lagi, tanpa pikir panjang aku pun berlari keluar panggung. Tapi,belum sampai aku turun dari panggung,tiba-tiba dari arah berlawanan terdengar seseorang memanggil ku. ”Sel……,tunggu !!!”. Dan kemudian terdengar seseorang melantunan lagu ungu yang sangat aku sukai. Dari 1 baris syair lagu itu. “ Hanya dengan lewat lagu ini…..”. Sorak-sorai pun kembali lagi terdengar. Dan riuh rendah tepuk tangan penonton menyambut histeris lagu itu. Aku pun berhenti sejenak dan mencari sumber suara itu, karna aku merasa suara ini sudah tidak asing lagi di telingaku. Ketika aku membalik kan badan, aku melihat seraut wajah yang tak lain dan tak bukan adalah………, “Wawan………..!!!”,teriakku keras. Hingga semua mata tertuju padaku. ”Ya,tuhan trimakasih engkau telah mengabulkan do’a ku “,bisik ku dalam hati. Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.Dan di samping wawan,telah berdiri mas agung. Yang sejak tadi tersenyum manis padaku. Aku memandangi mereka dengan butiran-butiran airmata yang berhamburan dari kedua kelopak mataku. ”Trimakasih ya,tuhan…..”,tak henti-henti nya aku mengucap syukur pada Tuhan Yang Maha Esa. “Sebuah lagu untuk orang yang aku sayangi dengan setulus hati, dan akan tetap aku cintai hingga hembuan nafas terakhir ini. Aku berjanji akan setia padanya. Maaf kan aku menyembunyikan perasaan ini pada gadis manis seperti dirimu. Dan kini aku ingin mengatakan,……maaf kan aku, telah mencintai mu,………Selfi”.Bagai kan berhenti dunia saat itu, jantungku berdetak dengan sangat cepat, bagaikan halilintar yang menyambar-nyambar. Perasaanku saat itu tidak menentu. Bahagia, takut, cemas, malu, khawatir, syok dan 1001 perasaan yang lain bercampur menjadi satu. (©5 ©) Hingga muka ku menjadi merah. Bayangkan, di hadapan ratusan orang dia mengungkapkan perasaan nya padaku, dengan lantunan sebuah lagu yang indah. Dia memang mempunyai cara tersendiri untuk mengungkapkan perasaannya. Dan tak ada yang bisaku ungkapkan lagi saat itu. Hanya bahagia menyelimuti hati………Tak ada yang dapat aku lakukan lagi, kecuali hanya berlari dan memeluk nya sekuat tenaga. Dia hanya tersenyum dan membisik kan sesuatu padaku. ”sayang,mau kah kau jadi kekasih ku, belahan hati ku dan permaisuri bagi ku? Aku akan menjadikan diri mu sebagai cinta terakhir dalam hidup ku. Apapun yang terjadi…..?!?”,bisik nya di telinga ku. Semakin tak menentu denyut jantung ku saat itu. Aku masih belum sadar apa yang sebenar nya terjadi. Aku hanya terdiam membisu sambil melamun.Dan aku masih tetap dalam pelukan nya, hingga dia selesai menyanyikan lagu itu. Setelah tersadar dari lamunanku,…“wan…….,aku juga….”,bisik ku di dekat nya. “ya,aku mengerti sayang….,tak usah kau lanjut kan kata-kata mu itu, aku minta maaf jika telah membuat mu cemas karena aku. Aku tahu kau sangat mengkhawatirkan aku.Maafin aku ya, adik manis…!!!”,bisik nya lagi seraya mencubit pipiku. Aku hanya tersenyum bahagia. Tiba-tiba saja penonton ikut menyoraki nya, dan bertepuk tangan dengan gembira. Seakan-akan mereka telah menjadi saksi bersatu nya 2 sejoli. Dan malam itu menjadi sebuah malam yang tak kan pernah dapat aku lupakan. Itu semua adalah awal dari sebuah kisah cinta yang pertama dalam sejarah hidupku. Meskipun wawan yang pertama bagiku, namun sayangnya dia bukan yang terakhir untukku. Karena suratan takdir berkata lain. Tapi, mungkin akulah wanita yang terakhir bagi nya.“Baru saja kita menyaksikan sebuah adegan yang mengharu kan sekali. Wah….wah romantis sekali ya, teman-teman……!!! Kita do’a kan saja, semoga cinta mereka akan abadi slamanya. Amin…. …Ya,dengan berakhir nya penampilan dari Excel band tadi, maka berakhir pula acara ajang adu bakat para anak band pada malam hari ini. Dan tentunya kita akan segera memasuki puncak acaranya. Langsung saja mari kita sama-sama menyaksikan pesta kembang api………”,seru Mc acara itu.“Duuuaaaaarrrrrrrrr…………”,satu kembang api telah mulai dinyalakan.Para penonton dengan riuh bertepuk tangan dan berteriak dengan antusias menyambut dengan gembira pesta itu. Semua mata memandang kearah kembang api di nyalakan. Hal ini terlihat indah dilangit. Seindah hatiku saat itu. Karna malam yang tadi nya kelam telah berubah menjadi malam yang tak terlupakan bagiku. Karna terlalu indah untuk di lupakan.“Duuuaaaaarrrrr…..,duuuuuaaarrrrr…….,duuuuaaaarrrrr”,menyusul kembang api yang lain. Berwarna-warni di gelapnya malam kota Jakarta itu. Sangat indah dan mengagumkan. Tak berapa lama kemudian acara pun selesai. Malam yang benar-benar indah. Karna aku mendapatkan cinta yang selama ini selalu aku rindukan. Akhir nya wawan pun tahu maksud ku, meskipun aku sangat cuek. Tapi, itu tak menutupi rasa sayang ku padanya. Karena aku hanya tak tahu bagaimana tunjuk kan maksud ku ke dia. Tapi, untung saja dia bisa memahami perasaanku. Dan sejak saat itu kami pun menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai dan menyanyangi.Satu Tahun kemudian ……………Aku masih bersama dengannya. Masih saling mencintai dan saling setia satu sama lain. sedikit pun aku tak pernah sangsi dan meragukan atas kesetiaan nya. Dia sangat dewasa, perhatian, penyanyang, dan orang yang paling dekat dalam hari-hariku. (©6 ©) Setiap hari libur dia ngajak jalan bareng, nonton, dinner, shopping dan hampir setiap malam dia pasti SMS aku.“Sayang,met’bobok ya…,bsk hrs bngn pgi, ‘gak ush nnton TV terlalu mlm.jgn lp do’a dlu kalo mau bobok.ya,udh adk Q cayng bobok dulu ya...Mimpi yg indh.jgn nkl ya…manis.bsk Q jmpt jam 6.30 hrs dh siap ya…. Met’ malem cinta…..”SMS nya yang masih selalu aku ingat sampai sekarang. Yang penuh dengan perhatian dan kasih sayang. Pagi-pagi pun dia juga masih SMS aku lagi. Setiap malam minggu dia pasti datang ke rumah. Sehingga dia sangat dekat dengan ke 2 orang tuaku.Dia selalu memberi aku motivasi untuk terus maju, mendukung aku dalam jatuhku, mengingat kan aku dalam kejayaanku, menerangi jiwaku dalam kegelapan, menemani aku dalam sukaku, dan menghiburku dalam dukaku. Dia selalu dapat menjadi kakakku yang bijaksana, terkadang dia juga dapat menjadi adikku yang bisa membuat aku tertawa, dan terkadang pula dia juga dapat menjadi ibuku yang dapat menasehati aku. Aku sangat menyanyanginya. Tapi, sayangnya kebersamaan itu tak bertahan cukup lama. Karena Tuhan punya rencana lain. Yang membuat aku harus meninggalkannya.Suatu hari…….“Wan, tadi malam ayahku bicara pada ibuku. Dan tak sengaja aku mendengarkan nya. ternyata ayahku akan dipindahkan tugas ke kota Semarang. Jadi kami sekeluarga juga terpaksa harus ikut ayah untuk pindah kesana. Dan, itu arti nya……”,kata-kataku terputus. Aku tidak tega untuk melanjutkan nya lagi.“Artinya kamu akan ninggalin aku kan?”,katanya lirih. Aku semakin tidak tega menyampaikan ini semua.“Maksudku…”,belum sempat aku melanjutkan nya,tiba-tiba dia memotongnya.“Aku mengerti kok sel, jadi kamu ‘gak usah jelasin apa-apa lagi sama aku. Akuikhlas apapun keputusan darimu”.“Tapi, wan…..”“Aku rela sel, aku rela asalkan kamu janji tidak akan meninggalkan cintaku”,bisik nya pelan. Aku melihat kepasrahan tercermin dalam raut wajah nya.“Wan, ini baru rencana. Belum tentu beneran kan. Ayo lah…aku ‘gak akan ninggalin kamu, percaya sama aku”,kataku mencoba menghiburnya.Satu minggu aku sangat sibuk. Mempersiapkan surat-surat untuk pindah sekolah. Dan mempersiapkan segala peralatan yang akan aku bawa untuk pindah ke semarang. Sampai-sampai aku tak sempat menghubungi nya lagi. Kabar terakhir yang ku terima dari teman dekat ku,bahwa dia sedang sakit keras dan di rawat di RS. Padahal tinggal tiga hari lagi menjelang keberangkatan ku ke semarang. Sorenya aku memutuskan akan menjenguknya dengan teman ku. Tapi, ternyata kata perawat disana dia sudah di bawa pulang sejak pagi tadi. Aku pun kemudian menuju rumahnya. Tapi, kata orang di rumahnya dia pergi dari rumah. Orang tuanya pun tidak tahu kemana dia pergi. Mereka juga sibuk mencari anak sulung nya itu.“ Wan, kamu ada dimana? Padahal aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu sebelum aku pergi jauh ninggalin kamu…..”,ucapku dalam hati.Sampai tiga hari wawan belum juga kembali dari rumah. Teman-teman dekat nya pun tak tahu dia pergi kemana. Ponselnya pun tak pernah aktif. Aku sangat kecewa. Dalam acara perpisahan dengan bandku, hanya dia yang tak hadir disana. Aku pun juga terpaksa ninggalin band yang telah setahun bersama. Suka,duka kami rasakan bersama. Aku, wawan, mas agung, andre, fani dan cindy. Tergabung dalam Excel Band, Satu ikatan hati. Mereka dengan tetesan air mata melepaskan aku.(©7 ©) “ Aku yakin kaliyan akan menemukan pengganti vokalis yang lebih baik dari pada aku”,kataku saat acara perpisahan dengan mereka. “ Tidak sel, engkau yang terbaik bagi kami.engkau tak kan tergantikan di hati kami sel…”,jawab andre.“ Iya sel, engkau yang terbaik bagi kami. Dan kami tak akan pernah dapat menemukan vokalis yang manis seperti dirimu”,ucap yang lain menambahkan “ Satu hal yang perlu kamu ingat sel, jangan pernah lupakan kami….,kita adalah satu kesatuan jiwa. Jangan lupakan Kisah kita bersama saat suka dan duka. Dalam Excel band yang menyatukan kita sampai kapanpun”, pesan mas agung padaku.“ Pasti mas, aku akan membawa kenangan excel band bersama ku. Dan aku juga tak kan melupakan kaliyan. Meskipun aku yang termuda disini, namun aku dapat belajar banyak untuk menjadi dewasa separti kaliyan semua.aku tak bisa membalas segala kebaikan yang kaliyan berikan. Hanya Tuhan lah yang dapat membalas semua ini”.Jawab ku dengan butiran-butiran airmata yang tak terasa menetes di pipi.” Mas agung, wawan kemana?”,tanya ku. “ Aku ‘gak tahu sel, yang jelas dia tidak ingin melihat mu meninggal kan nya. Karna bagaimanpun juga dia sangat mencintaimu…”Jawaban mas agung itu membuat aku tak dapat beranjak dari tempat ini. Airmataku terus saja mengalir bersamaan dengan ucapan perpisahan yang terlontar dari masing-masing anggota Excel. Bayangan wawan terus saja bermain dalam benak ku. Kenangan indah saat bersama dengan nya kembali membanyangi ku.“ Sel, jangan berhenti sampai disini saja.kembangkan terus bakat menyanyi mu itu disana, good luck sel, sukses selalu buat kamu”,kata cindy membuyarkan lamunanku.Mereka mengantarkan aku sampai di bandara.“ Sel, jangan lupa hubungi kami kalau sudah sampai disana. Kami akan merindukan kamu selvi....”,kata fani.“ya, pasti aku akan menghubungi kaliyan semua. Jaga diri kaliyan baik-baik. Titip salamku buat wawan, kalau ada kabar mengenai dia hubungi aku secepat nya ya…!”,kataku sambil bersalaman dengan mereka satu per satu.“ Kami pasti akan mengabarimu. Selamat jalan sel, hati-hati disana”.“ Terimakasih teman-teman. Aku akan merindukan kaliyan semua. Selamat tinggal semuanya, aku harap suatu saat kita dapat bertemu lagi…..I LOVE YOU ALL by,by………”,ucapan terakhirku pada mereka.Pesawat boing 786 membawaku terbang menuju semarang. Sekaligus membawaku meninggalkan Jakarta. Juga membawaku meninggalkan sgalanya yang ku punya disana. Cintaku,sahabatku,bandku, dan segala kenangan indahku.Sesampainya disemarang. Orang yang pertama kalinya aku hubungi adalah wawan. Tapi, hand phonenya tak pernah aktif. Baru kemudian, aku menghubungi teman yang lain nya.Dua minggu aku berada di semarang. Wawan belum juga menghubungiku. Aku tahu dia sangat sedih dan masih tidak mau menerima kenyataan ini. Aku coba tanyakan kabarnya kepada beberapa kawannya dikampus. Tapi, Kata mereka wawan sering tidak masuk jam kuliah. Padahal sebentar lagi dia akan menghadapi ujian. Dan keadaannya pun semakin memburuk. Aku sangat sedih ketika mendengar itu semua. “ Mungkinkah wawan jadi begini gara-gara aku…?!?”,pikirku saat itu. Setelah aku pertimbangkan masak-masak akhir nya aku memutuskan untuk melepaskannya. Dan memberi dia kebebasan mencari cinta yang lain. Dari pada harus terikat dengan jarak yang begitu jauh denganku. (©8 ©) Tapi, pada suatu malam….“ Sayang,knp U bhngi Q? U blng g’akn ninggln Q.tp,knp U skrg prg ningglin Q sndr disini.maafinQ g’bs dtng dlm acara prpshn U.Qg’mau nglht U sdh.jaga diri U baik2 “LOVE U-wa2n”.SMS yang kuterima malam itu.untuk yang pertama kalinya dia menghubungi aku setelah aku pindah kesemarang. Saat ku coba untuk menelepon nya kembali. Tapi, ponselnya sudah tidak aktif lagi. SMS dari nya membuat aku hampir saja mengurungkan niatku untuk putus dengannya. Karna bagaimanapun juga aku masih sangat menyanyanginya. Tapi, kurasa inilah jalan yang terbaik untukku ataupun untuk dirinya yang harus kami jalani. Hingga pada akhirnya aku mengirim pesan untuk wawan, lewat doni teman dekatnya. Akan keinginan ku putus dengan nya. Namun, tak ada respon sama sekali dari wawan. Hingga suatu malam ia menghubungi aku. “Sel, apa yang dikatakan doni tentang mu bohong kan…??ayo sel, katakan ini bohongkan?”,tanya nya ditelpon.“Enggak wan, ini semua benar”,jawabku dengan sangat terpaksa.“Tapi apa salah ku? Hingga kamu memutusin hubungan kita begitu saja. Jika aku punya salah sama kamu bilang dong sel, jangan langsung begini?”,kata wawan.“Enggak wan, kamu ‘gak salah apa-apa sama aku. Hanya saja aku merasa kalau aku ‘gak bisa nglanjutin hubungan kita dengan jarak yang begitu jauh, jadi aku mohon wan lebih baik kita akhiri saja hubungan kita ini”,pinta ku meski dengan sangat terpaksa.“Maafkan aku wan,ini semua ku lakukan demi kamu.aku gak’ mau ngliat kamu terus-terusan sedih gara-gara kepergianku.”,kata ku dalam hati.“ Semudah itukah sel….,Aku gak’ percaya sel, hubungan kita berakhir kayak gini”. Dan tut…tut…tut…tiba-tiba telpon nya terputus.“Halo,wan…wawan….wan…..,maafin aku. Aku terpaksa nglakuin ini wan…, halo…, wawan”. Tapi tetap tak ada jawaban juga.Aku membanting ponsel ku ke tempat tidur. Dan menangis seorang diri dikamar. Karena capek menangis aku pun akhirnya tertidur lelap.Kriiiiing.…..kriiiiing…..telpon di ruang tengah tiba-tiba berbunyi. Aku pun terbangun.“ siapa malam-malam begini.kenapa tak ada yang ngangkat,kamana si mbok?”,tanya ku seorang diri. Aku lihat jam telah menunjukkan pukul satu lewat tengah malam. Dengan malas aku pun beranjak dari tempat tidur, menuju ruang tengah.“ Halo, slamat malam, mau cari siapa ya …?”.“ Maaf menggangu, bisa bicara dengan mbak selvi?”.“ Ya, saya sendiri, ini siapa ya…?”. “ Mbak kami dari pihak RS mengabarkan bahwa mas wawan kecelakaan, dan keadaan nya sangat kritis. Sekarang dia terbaring di ruang ICU dalam keadaan koma …..”. Dan kalimat selanjutnya aku sudah tidak ingat lagi. Karna tiba-tiba badanku lemas dan tak sadarkan diri. Ketika aku terbangun ibuku telah berada di sampingku. “ Sayang,kenapa kamu tiba-tiba pingsan?siapa tadi malam yang menelepon?”,tanya ibuku. “mama…..”,jeritku sambil menangis dalam pelukannya. “Ada,apa sel?kenapa kamu?”,tanyanya semakin panik.“ma,wawan ma…,wawan. Dia kecelakaan. Dan sekarang dirawat di ICU. Dia sekarang sedang koma, ini semua gara-gara aku ma…”,kataku lagi. “ Ini semua kehendak tuhan sayang, kamu tidak oleh menyalah kan dirimu sendiri. Lebih baik kita sekarang berdo’a pada tuhan semoga wawan cepat sembuh.”,kata ibu mencoba menghiburku. Tiga hari kemudian masih belum ada kabar juga dari Jakarta tentang keadaan wawan.(©9 ©) Hingga pada akhir nya tiba-tiba ponsel wawan menghubungiku.“ Halo, wan gimana sekarang keadaan kamu? Sudah sembuh kan? Wan, maafin aku. Sekarang aku janji ‘gak akan ninggalin cinta kamu lagi. Aku janji ‘gak akan ada kata putus diantara kita lagi, aku janji sayang…”,kataku kemudian. “ Maaf mbak, ini aku ryan adik nya mas wawan.”,jawabnya. “ Oh, kamu dek’ ada apa? Bagaimana keadaan mas wawan sekarang? Dia sudah sembuh kan?”,tanya ku lagi. “ Sudah mbak”,jawabnya.“ Alhamdullilah kalau begitu, tapi mengapa bukan dia saja yang menghubungi aku, apa karna dia masih marah sama mbak?”,tanya ku lagi. “ Justru itu mbak, sekarang mas wawan telah sembuh, dia telah sembuh untuk selama-lamanya. Dan mas wawan pasti juga udah maafin mbak’ karna dia sekarang sudah tenang di-sisi Tuhan. Sekarang mas wawan udah ‘gak ada di dunia ini lagi…,dia udah ninggalin kita semua...,mbak”,katanya kemudian. Terdengar pula suara tangis ryan di telpon.“ Dek’ kamu jangan bercanda ya, mbak ‘gak suka kamu kayak gini. Ayo bilang mas wawan masih hidup! Iya kan dek’, kamu jangan bohongin mbak…!!!”,tanyaku masih tak percaya. “ Enggak mbak, ryan ‘gak bohongin mbak!!!,mas wawan bener-bener dah meninggal dunia……”Aku langsung membanting ponselku di lantai hingga pecah berserakan. Suara tangisku sudah tak tertahankan lagi. “Tidaaaaaakkk……..!!!”,teriak ku dengan keras. Kenyataan Ini terlalu pahit untukku. Dan menit berikutnya aku sudah pingsan tak sadarkan diri. ☺___________©___________☺ Sayup-sayupku buka mataku. Setelah aku sadari, kini wawan hanyalah tinggal menjadi sebuah kenangan bagiku. Sebuah kenangan terindah, dimana untuk pertama kalinya aku mengenal cinta. Dan dia juga yang pernah jadi sisipan terindah dalam buku harianku.Tadi malam, aku membaca kembali coretan buku harianku tentang kisahku bersamanya. Dia yang pernah mengisi hatiku dengan cinta, dengan kenangan yang indah, dan membuat hidupku penuh warna dan keceriaan. Dan dia yang menjadikan aku sebagai cinta terakhir dalam hidupnya. Tapi, kebahagiaan itu telah sirna, bersama sang waktu. Entah sampai kapan aku membiarkan hati ku kosong, tanpa ingin mengisinya lagi dengan cinta yang lain. Bagaikan si cebol merindukan bulan, mengharapkannya kembali kedunia ini. Karna itu tak kan mungkin terjadi.Dan kini aku tutup kembali buku harianku, yang basah oleh airmataku. Airmata kesedihan. Aku letakkan kembali foto wawan yang terbingkai apik di meja belajarku. Hari ini adalah hari peringatan satu tahun kematian wawan. Sebuah kenangan terindah satu tahun silam. Meskipun telah setahun berlalu, namun kejadian ini masih terekam hangat dalam ingatanku. Menorehkan sebuah kenangan yang indah. Dan sebuah kisah tentang seorang kekasih yang ditinggal pergi oleh belahan jiwanya untuk selama-lamanya. Dan, sampai pada saat ini pun aku masih tetap mencintai dirinya. Dan tak, akan membiarkan hati ini, merasakan cinta yang lain. ”Semoga engkau tenang di alam sana sayang…., aku akan selalu tetap mencintaimu ….”“ Wawan,dimana letak surga itu?biar ku gantikan dirimu dengan ku…..Kematian mu, tidak akan mengakhiri cinta ku padamu. Wawan, I LOVE YOU…FOREFER…”

Sabtu, 10 April 2010

Kekasih…

Kekasih…
Laksana cermin dalam resonansi jiwa
Yang menggetarkan palung hati hingga keraga
Dan menghantarkan kehangatan bara
dari bekunya hati sang kelana

kekasih…
kesetiaan agung pada dera kerinduan
laksana pantai menanti ombak dalam pelukan
yang teredam pada dalamnya kebisuan

kekasih…
seperti bunga yang menjaga tingginya kuncup
pucuk-pucuk kasihmu tak juga meredup
mencumbui lautan sukma yang kuyup
dalam serenade desiran angin sayup

kekasih…
karang-karang kesabaran yang tumbuh di lubuk kalbu
meleburkan kebimbangan sang peragu
saat luka kuburkan semburat hasrat perindu
dari kelam kelabu cerita lalu

kekasih…
butiran hujan yang jatuh selayak mutiara
terbungkus rapi dalam kado asa
untuk kau buka jika saatnya tiba
andai mampu kusibak jendela masa

kekasih…
sanjung puji dalam serambi janji
terucap lugas pada paras sejati
demi ikrar atas cinta suci
rekatkan dua hati yang terpatri